Selasa, 01 Juni 2010

Giring Nidji: Eyang Gesang Musisi Hebat


Kematian maestro musik tanah air, Gesang tentu menimbulkan rasa kehilangan bagi dunia musik Indonesia. Tentunya musisi-musisi generasi penerus memberikan penghormatan pada pencipta lagu Bengawan Solo ini. Salah satunya adalah Giring Nidji. Giring menganggap sosok Gesang sebagai musisi hebat.

Giring yang hadir di acara DAHSYAT di RCTI pada Jumat (21/5) dengan spontan menyanyikan lagu Bengawan Solo. Untuk menyanyikan lagu ini Nidji hanya membutuhkan persiapan selama lima menit. Meski sempat sedikit lupa nadanya, Giring masih bisa menyanyikan dengan benar. Dan ini merupakan bentuk penghargaan bagi sang maestro, Gesang.

Bagi Giring sendiri, Gesang adalah sosok musisi hebat. "Dari kecil siapa seh yang ga tau Bengawan Solo? Lagu ini kan lagu Indonesia yang dibanggakan, yang sudah go international. Nidji aja yang baru sampai Asia. Tapi kan Eyang Gesang sudah dari dulu go internasional. Banyak sekali musisi hebat, dan salah satu pencetus terhebat ya Eyang Gesang. Lagunya yang indah dan abadi, kalau kita kan seniman selalu membedakan, ada lagu yang enak aja dan ada lagu yang abadi. Dan lagu Bengawan Solo ini lagu yang sangat abadi sampai kita nanti," kata vocalis Nidji ini.

Sebagai seorang musisi, Giring memiliki kekhawatiran, terutama soal pembajakan dan monoton. "Kalau saya bisa ngomong, sekarang banyak band-band baru, mereka memiliki musik sendiri. Kaya Wali. Saya suka band Wali. Yang saya takutkan sekarang ada dua, yang pertama adalah masalah pembajakan yang engga berhenti-henti sama sekali, itu yang paling parah. Yang kedua adalah ketika semua musik Indonesia monoton, ya kita bisa lihat acara TV pagi hari, kok band nya gini-gini semua," tambahnya. (kpl/hen/erl)

Naif Berikan Penghormatan Untuk Gesang

Wafatnya almarhum sang maestro keroncong Indonesia, Gesang, belum lama kalangan musisi turut memberikan satu penghormatan. Kali ini, band top tanah air, Naif, yang memberikan penghormatan terakhir mereka untuk maestro keroncong tersebut.

Naif yang digawangi Emil (bass), David (vokal), Jarwo (gitar), dan Pepeng (drum) tampil di Medan pada Minggu (24/05) bertempat di Lapangan Merdeka, Medan, dalam event MTV Exit dan turut membawakan lagu hits milik almarhum.

Saat tampil di panggung sekitar pukul 22.30 WIB, David dkk tampil dan langsung disambut dengan teriakan histeris dari ribuan remaja yang memadati area konser. Hingga akhirnya David tampil membawakan beberapa hits andalannya dan langsung mendapatkan applaus meriah dari para penonton.

Dalam konser tersebut, David dan kawan tampil dengan guyonan yang khas sehingga membuat para penonton tertawa. Hingga akhirnya David diminta memperkenalkan dirinya serta bernyanyi, sepenggal lagu Bengawan Solo langsung dinyanyikan.

"Ini lagu almarhum Bapak Gesang yang sudah berada di atas sana, mari kita berdoa untuk beliau," kata David sambil menunjuk langit biru. Tidak hanya itu, David juga menyampaikan rasa bangganya kepada Gesang.

"Kita harus bangga kepada almarhum Bapak Gesang, lagu-lagu luar biasa sampai dikenal di luar benar-benar salut dan bangga. Terima kasih," kata David. (kpl/rom/npy)

Antusiasme Penonton Tinggi, Dashboard Confessional Gugup

Grup band Dashboard Confessional, band asal Amerika Serikat yang digawangi Chris Carraba (vokal, gitar), John Ralston (gitar), Scott Scjoenbeck (bass), John Lefler (keyboard), dan Mike Mars (drum), mengaku salah memprediksi antusias penyuka musiknya di Indonesia. Mereka sebelumnya mengira Jakarta adalah kota kecil.

"Kami menunggu-nunggu untuk konser di Indonesia, tapi kami langsung gugup karena ternyata antusiasmenya besar sekali, dan kami pikir Jakarta itu kecil," ucap Chris saat ditemui Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (29/05).

Lebih lanjut Chris menuturkan, semula dirinya mengira animo penonton Pond's Teens Concert hanya ribuan. Tapi setelah melihat antusias remaja Indonesia yang mencapai puluhan ribu, para personel Dashboard Confessional merasa kaget.

"Kita tidak pernah menyangka remaja Indonesia sangat antusias sekali untuk melihat kami tampil. Entah lewat Facebook atau apalah mereka terlihat antusias sekali. Antusias di Asia sangat besar sekali hingga membawa kami sampai di sini (Jakarta)," ungkap Chris.

Sementara itu, ketika ditanyakan antusias penonton yang cukup tinggi untuk menyaksikan Pond's Concert di Lapangan D Senayan apakah mereka bakal merasa gugup, Chris mengangguk. Walaupun ada perasaan gugup tapi dirinya dan teman-teman akan membuat hal itu menjadi sesuatu yang positif.

"Walau bagaimanapun kami akan mengubah rasa gugup itu menjadi hal positif untuk menjadi rasa percaya diri, ini yang benar-benar kita mau," papar Chris.

Sementara itu, Chris juga merasa sanagat antusias akan sepanggung dengan group band papan atas Indonesia, Nidji, Kotak, hingga The S.I.G.I.T.

"Kami sangat senang bisa memiliki kesempatan manggung bersama mereka, kami juga tahu dari Twitter tentang band-band Indonesia dan kami sudah tidak sabar lagi untuk tampil nanti malam.Apalagi kami sudah lama menantikan untuk bisa sampai ke sini, karena Jakarta salah satu kota yang kami tuju sebagai rangkaian tur promo kami," pungkas Chris. (kpl/buj/npy)

Giring Nidji: Pemuda Indonesia Harus Punya Mimpi


"Mimpi adalah kunci, bagi kita untuk menaklukkan dunia." Mungkin sepenggal syair grup band Nidji bertajuk Laskar Pelangi adalah kunci sukses band asal Jakarta tersebut. Menurut Giring, jika bangsa ini tidak memiliki sebuah mimpi maka tidak akan bisa maju.

"Wah kalau nggak ada impian, bangsa ini nggak bakal bisa maju. Dulu Soekarno punya impian negara Indonesia merdeka dan akhirnya merdeka, dan sekarang menjadi bangsa yang hebat," terang Giring saat ditemui di Senayan, Jakarta Selatan, Sabtu (29/5).

Lebih lanjut, Giring berpesan kepada generasi muda saat ini, sebagai generasi penerus bangsa, para pemuda Indonesia harus punya impian untuk tidak korupsi.

"Anak muda zaman sekarang sih harus bisa mandiri, jangan tergantung pada apapun, dan juga pemuda Indonesia harus punya impian untuk tidak korupsi dan harus lebih baik dari generasi sebelumnya," tegas Giring. (kpl/buj/boo)

Peterpan Rilis Nama & Album Baru, Juli


JAKARTA - Setelah menunda sekian lama, Peterpan akan merilis nama baru sekaligus album paling baru pada Juli besok.

Menurut kekasih Ariel, Luna Maya, Ariel dan kawan-kawan sibuk mempersiapkan album baru. Soal belum adanya nama baru, tak mengganggu mereka.

"Namanya akan diluncurkan dengan albumnya. Dari mereka enggak mau banyak mengambil off air karena masih sibuk untuk persiapan album barunya. Nanti keluar bulan Juli," tutur Luna, di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (31/5/2010).

Luna mengaku, tidak tahu banyak tentang kegiatan dan progress Peterpan. Pasalnya, kalau bertemu Ariel, mereka tak banyak membicarakan karier masing-masing.

"Aku tahu, dia masih konsentrasi dengan nama band barunya. Aku tetap dukung saja yang terbaik buat Ariel. Tahap tinggal sedikit lagi. Aku kalau lagi sama dia, enggak membahas masalah pekerjaan dia juga," katanya.
(ang)

Dashboard Confessional Terkesima dengan Jakarta


JAKARTA - Selama manggung di Jakarta, Dashboard Confessional masih saja tidak percaya dengan animo penontonnya. Mereka bahkan sampai terkesima dengan kota Jakarta.

Konser band asal Florida, Amerika Serikat ini yang dihelat di Lapangan D, Senayan, Jakarta, Sabtu (29/5/2010) malam berlangsung sukses. Saking terkesimanya, sang vokalis, Chris Carraba meminta maaf kepada penonton di Jakarta.

"Terima kasih sudah mengundang. Kami adalah Dashboard Confessional, kami minta maaf enggak pernah ke sini sebelumnya," tukas Carraba, di sela konsernya di Senayan, Jakarta, tadi malam.

Bukan hanya Carraba yang antusias dengan penonton di Jakarta personil lainnya seperti Scott Schoenbeck (bass), John Lefler (gitar), dan Mike Marsh (drum) juga terkesan dengan penonton di Jakarta.

Sekilas, band yang sudah terbentuk selama satu dekade ini bahkan mengagungkan penonton di Jakarta. Mereka berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada penonton karena sudah mengundang mereka. Carraba cs bahkan sampai tidak percaya pada apa yang mereka lihat.

"Jakarta seperti tidak nyata bagi kami. Show yang sangat mencengangkan. Bahkan sampai tidak terasa sama sekali. Could that have been real?" tulis Dashboard Confessional dalam postingannya di jejaring sosial mereka.
(nov)

SEJARAH MUSIK GRUNGE (Versi 1)


ARTI KATA GRUNGE

Diskusi ini diawali dengan pertanyaan, apakah arti Grunge ? Arti kata Grunge itu sendiri sudah aku cari dalam kamus Bahasa Inggris, Bahasa Perancis dan juga Bahasa Jerman yang masing-masing katanya adalah kamus paling lengkap, tetapi nggak ada penjelasan tentang kata tersebut. Bahkan dalam kamus bahasa "slang" Amerika terbitan Gramedia hanya ada dua kata yang mirip Grunge. Yaitu Grungt yang artinya muak dan Grung yang artinya muram. Sedangkan salah satu responden diskusi menambahkan ada satu kata lagi yang mirip yaitu Grunchy yang artinya jorok.(Arti kata Grunge itu sendiri mungkin ada diantara kalian yang lebih tahu? aku mohon dengan amat sangat untuk saling bertukar informasi).

>>SEJARAH MUSIK GRUNGE (Versi 1)

Musik Grunge diawali trend pemunculannya pada awal tahun '80an walau telah ada sebuah band yang memainkan musik Grunge yang telah muncul pada tahun '60an yaitu Crosby, Still, Nash dan Young (Literatur:sejarah Musik Dunia, Gramedia). Bahkan group band ini sempat memeriahkan WoodStock'69(bagi yang ingin dengerin penampilannya silahkan kirim kaset kosongnya biar nanti aku copykan). Disini mereka menyumbangkan 3 tembang Grunge dalam versi unplugged. Kemudian grup musik ini bubar karena kalah dengan trend Punk pada tahun '70an. Hanya tinggal Neil Young yang tetap bisa beradaptasi dan bertahan sehingga membuatnya dijuluki "The Goodfather Of Grunge". (sumber:Majalah Hai edisi WoodStock)

>>SEJARAH MUSIK GRUNGE (Versi 2)

Dalam salah satu konsernya Jimmy Hendrik beratraksi dengan gitarnya menuangi cat dengan berteriak "Grunge!" maka jadilah sebuah aliran musik yang bernama Grunge(ha..ha..haaa did you ever believe that bullshit!). Okelah mungkin memang benar Jimmy Hendrik mengucapkan kata Grunge, tetapi apa hanya karena itu sejarah musik Grunge tercipta dimuka bumi ini ? Of Course Not!. Sejarah suatu aliran musik tentulah melewati suatu fase-fase yang panjang, salah satunya adalah gaya hidup.

>>GAYA HIDUP GRUNGE

Suatu musik pastilah terpengaruh oleh gaya hidup yang dianut, contohnya dalam kehidupan kita sehari-hari. Begitu pula Musik Grunge sangat dipengaruhi oleh gaya hidup NgeGrunge. Lalu kalian pingin tahu gaya hidup Grunge yang sebenarnya? Bener kalian pingin tahu? Kalian sudah siap sakit hati? Okelah kalau kalian sudah siap untuk sakit hati. Gaya hidup Grunge yang sebenarnya adalah Sampah!.. It's True!. Bahwa gaya hidup Grunge yang asli dari sononya memang adalah gaya hidup yang erat kaitannya dengan sampah. Mereka makan sehari-harinya dari sampah yang dipungut dan dari koin recehan yang dilempar orang,hidup dari tunjangan sosial pemerintah, tidur mabuk di trotoar atau di bangku-bangku taman, sekali-kali ngompas dan melakukan tindak kriminal dan banyak hal lain yang kurang pantas untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah mengapa para musisi pengusung musik Grunge menolak dengan tegas apabila mereka dijuluki musisi Grunge! Mereka antara lain :
Sound Garden dan Alice in Chains. Mereka lebih bangga disebut musisi Hard Rock (pernah lihat album mereka dalam HardRock Compilations#1).
SilverChair dan Pearl Jam lebih bangga jika disebut musisi Alternatif/modern Rock. Hal ini dibuktikan pendapat dari Daniel John(SilverChair) yang mengatakan dirinya sangat menyukai musik Grunge tetapi menolak dengan keras jika disebut musisi Grunge. Dia menolak karena mereka mempunyai fasilitas, mereka kuliah,hidup layak dan kemana-mana naik mobil.

Dan yang ini mungkin paling menyakitkan sorry guys...Sad But True! Nirvana dan Kurt Cobain juga menolak disebut musisi Grunge. Cobain sendiri lebih senang disebut Punkers, karena mereka lebih bisa berfikir dan menyelami jiwa masihng-masing, bukan hanya karena lagunya enak lantas mereka menari dalam berbagai istilah (pogo,moshing,ect..) tetapi nggak tahu apa yang mereka inginkan disampaikan dari lagu tersebut. Cobain sangat membenci ulah anak-anak Grunge yang sedemikian apatis dan egois (ingat lyric In Bloom? Lets check the Lyric!). Kalian pernah melihat t-shirt "Grunge is Dead " ? kalo kepengen lihat bisa sekalian aku copykan. Cobain sendiri sebenarnya pingin membentuk Nirvana band Punk (do you remember ?). Ini dibuktikan bahwa dengan pendapat Christ Novoselic yang menjelaskan bahwa Cobain sebenarnya menginginkan Nirvana menjadi sebuah band Punk bernuansa seperti Sex Pistols tetapi karena ia kekurangan referensi maka jadilah Nirvana menjadi sebuah band Punk yang aneh!(oh..well)

Tetapi band-band tadi sependapat dalam satu hal bahwa Grunge bukanlah gaya hidup yang mereka anut walaupun mereka memainkan musik Grunge, tetapi lebih pada unsur bahwa Grunge is Soul yang mencerminkan tentang kejiwaan yang redup, bercerita tentang sisi lain dari dunia yang orang lain menganggapnya sinting dan lebih pada sifat koreksi pada diri sendiri(gimana kalian setuju nggak dengan yang satu ini?). Di Amerika sendiri kaum Grunge berbaur dalam kehidupannya sehari-hari dengan kaum Punk dan ketika ditanya kenapa nggak sekalian masuk ke musik Punk? Mereka menjawab bahwa itu adalah masalah selera, tidak semua orang menyukai hamburger, ada juga yang suka steak atau hot dog(masuk akal juga).

Lalu bagaimana ciri dari musik Grunge yang mereka sukai itu? Seorang Punk Traveller yang baru saja berkunjung dari Seattle memberikan sedikit penjelasan padaku mengenai musik kaum Grunge disana. Disana mereka berkumpul dalam setiap sudut sepanjang trotoar sambil memainkan instrument musik, berteriak-teriak nggak keruan tetapi dalam konteks musik tersebut dan menganggap bahwa musik tersebut adalah penyampaian dari isi hati mereka(mirip dengan musik soul tetapi yang ini lebih nggak keruan).

>>PERKEMBANGAN MUSIK GRUNGE

Bagaimana perkembangan musik Grunge di daerah asalnya sana? Jawabannya adalah: menurun drastis! Bahkan sekarang disana muncul lagi dengan trend baru dari musisi pengusung / yang memainkan musik Grunge(tahu khan bedanya musisi Grunge dengan musisi pengusung Grunge?). Trend baru ini disebut Seattle Sounds Coopment yaitu pengembangan dan pencampuran antara musik Grunge dengan musik Seattle Sound(lain waktu mungkin akan aku ulas mengenai seattle sound berdasarkan data yang aku peroleh). Para pengusung Seattle Sounds Coopment ini antara lain: Creed dan juga dapat dilihat dari album terbaru Bush dan Pearl Jam, sedangkan SilverChair dengan kecerdasannya dalam bermusik telah berhasil menggabungkan antara Grunge, Seattle Sound dengan musik kontemporer dan Modern(industrial).

Mereka menyebutnya "Musik of Future"(well down). Yang paling mengesankan justru perkembangan musik Grunge di Australia, oh ya di Australia kaum Grunge berbaur dengan penduduk asli sana yaitu kaum Aborigin. Mereka bersatu dan bekerja sama karena musuh utama mereka adalah kaum BONE HEAD. Dan hal ini sama sekali tidak membuat pemerintah untuk membuka matanya menyelamatkan suku Aborogin walau pernah perkampungan mereka dibakar habis!(kalau mengenai ini aku dengar dari wartawan Australia yang kemarin nongkrong di kampus dan bicara omong kosong selama lebih dari dua jam). Kembali ke topik pembicaraan semula! Perkembangan Musik Grunge disana terdongkrak dari kebijaksanaan pemerintah setempat dalam bidang kepariwisatannya. Musik Grunge disana dimasukan dalam agenda pariwisata, dicetak namanya dalam pamflet dan brosur-brosur dan main di Pub-pub elite sekelas dengan musik Jazz dan mempunyai penggemar dan pencinta seni dari kalangan elite pula(sumber: Agenda Pariwisata Australia th'98; perpustakaan Departemen Pariwisata Seni dan Budaya Jawa Timur).

KESIMPULAN DARI ARTIKEL INI :
Kita menyimpulkan bahwa Grunge adalah Jiwa(Grunge is Soul),bukan gaya hidup yang dianut oleh sebagian besar musisi pengusung musiknya.
Kita tahu adanya perbedaan antara musisi Grunge dengan musisi pengusung Grunge(kalian termasuk yang mana?).
Aktif berfikir dan berorganisasi yang positif sehingga menjadikan musik Grunge sebagai musik pergerakan, musik yang meneriakkan kemuakan kita terhadap apa saja yang kita anggap perlu untuk diubah. Dalam hal ini kita tidak boleh kalah dengan Punk/Hardcore yang telah melaju meninggalkan kita. Sekali lagi mari kita tinggalkan jiwa apatis dan egois yang kita adaptasi dari kaum Grunge. Dalam hal aktif berorganisasi positif ini banyak dari musisi pengusung Grunge dan Seattle Sound yang dapat kita teladani. Mereka antara lain :

1. Christ Novoselic(Sweet'75), Aktif mengurusi dan menggalang dana bagi organisasi yang peduli dengan kaum pengungsi korban perang.

2. Dave Grohl(Foo Fighter) dan Sonic Youth, bersama mereka aktif menggalang dana dengan mengadakan konser-konser amal keliling kampus demi kemerdekaan Tibet(Concert of Tibetan Freedom).

3. SilverChair, aktif dalam kampanye perlindungan terhadap hewan, menentang perburuan hewan liar dan percobaan kimia terhadap hewan(Animal Liberation Organization).

4. SilverChair dan Pearl Jam, aktif dalam organisasi menjaga kelestarian laut(check compilations Album: Music for Our Motheroceans).

5. Bush, aktif dalam organisasi semi politik melawan segala bentuk rasisme(Artist Against Racism).

Kesimpulan terakhir dari Newsletter ini adalah :

segera tinggalkan sikap eksklusivisme!! mulailah belajar untuk bergaul dan berbaur tanpa merasa yang satu lebih tinggi dari yang lainnya dan menganggap bahwa musik adalah bahasa pemersatu. Kalian ingatkan bahwa di Amerika kaum Grunge berbaur dengan Punk dan di Australia mereka berbaur dengan suku Aborigin. Nah ! mereka yang sehari-hari otaknya dicekoki oleh alkohol saja bisa bergitu kenapa kita tidak ?