Rabu, 30 Juni 2010

Sheila On 7 Buat Lagu untuk AT Mahmud


Hampir dua tahun, grup band asal Yogyakarta, Sheila On 7 tidak mengeluarkan album baru. Lama tak terdengar, grup band yang digawangi Eross, Duta, Adam dan Brian ini segera meluncurkan album ketujuh-nya. Saat ini, album baru dalam proses pengerjaan.

Hal tersebut diakui oleh drumer Sheila On 7, Brian. “Memang kita udah lama tidak mengeluarkan album. Mungkin setelah Lebaran kita akan luncurkan album. Karena saat ini sedang digarap bareng. Kemarin awal bulan Juni, kami baru saja meluncurkan single terbaru yang berjudul Hari Bersamanya, “ jelas Brian.

Brian pun membeberkan jika album itu nantinya akan berjumlah 8 lagu. “Kalau untuk jumlah mungkin sekitar 8. Meski sedikit ini bukan mini album. Karena kami menilai dengan jumlah lagu yang sedikit lebih efisien. Tetapi untuk kualitas lagu juga benar-benar kita terapkan, “ beber drumer yang memiliki nama lengkap Brian Kresna Putra.

Mengenai masalah warna musik, Sheila On 7 masih akan setia dengan warna musiknya. “Kami tidak akan merubah warna musik kami. Sheila sudah punya warna musik sendiri. Karena kami juga melihat, banyak band-band yang begitu mati-matian mencari warna musik, “ jelasnya.

Yang berbeda dari album kali ini adalah ada sebuah lagu yang khusus didedikasikan untuk AT Mahmud. “Itu permintaan dari label. Ketika kami diminta buat A tribute to AT Mahmud kami bangga. Karena sosok AT Mahmud berjasa dalam perkembangan musik dari generasi ke generasi, “ katanya.

Sheila On 7 terakhir mengeluarkan album terakhirnya berjudul 'Menentukan Arah' pada tahun 2008. Beberapa single yang diluncurkan 'Betapa' dan 'Yang Terlewatkan'.

Selasa, 29 Juni 2010

Musik, obat penenang bagi penderita jantung


Musik. Rangkaian bunyi-bunyian indah itu ternyata memiliki efek luar biasa untuk kesehatan tubuh. Bahkan musik dapat menjadi terapi mujarab bagi penderita jantung dan hipertensi atau tekanan darah tinggi.
Dr. Raymon Bahr, direktur Unit Penyakit Jantung di Rumah Sakit St Agnes di Baltimore, menggunakan musik klasik untuk membantu pasien mengatasi krisis. Ternyata, mendengarkan musik klasik selama 30 menit bisa menenangkan, setara dengan mengkonsumsi 10 mg valium (obat penenang).

Berdasar hasil penelitian yang didiskusikan para pakar kesehatan di New Orleans juga mengungkap, terapi musik selama 30 menit sehari mampu menggantikan terapi obat-obatan hipertensi.

Rangsangan musik ternyata mampu mengaktivasi sistem limbik yang berhubungan emosi. Saat sistem limbik teraktivasi, otak menjadi rileks. Alunan musik juga dapat menstimulasi tubuh untuk memproduksi molekul nitric oxide (NO). Molekul ini bekerja pada tonus pembuluh darah yang dapat mengurangi tekanan darah.

Namun, musik untuk penyembuhan, tidak asal sembarang musik. Hanya lagu yang tepat yang bisa menyembuhkan. Pilih jenis musik yang bersifat rileks dengan tempo sekitar 60 ketukan per menit seperti musik klasik karya Mozart.

Dengarkan musik 20-30 menit setiap hari. Usahakan dalam keadaan duduk atau berbaring sambil memejamkan mata dan aturlah nafas serileks mungkin. Lebih baik gunakan headphones agar tak terganggu suara lingkungan sekitar.

Konser Musik 'Back To Gamelan'



29/06/2010 08:14:03
KONSER musik berlabel 'Back To Gamelan' digelar di Gedung Societet Taman Budaya Yogyakarta, Kamis (1/7) malam pukul 19.30 WIB. Konser ini menampilkan 6 komposisi masing-masing berdurasi 15 menit. Pentas musik rangkaian Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) XXII ini sebagai ajang pemusik muda mengembangkan seni gamelan di zaman modern. Pimpinan Produksi, Maryono mengatakan, konser musik ini merupakan pergelaran media ekspresi dan berkreasi para kompuser gamelan untuk mendinamisir dunia karawitan yang melibatkan musisi muda Yogya. Sedangkan, konser 'Back To Gamelan' bakal menampilkan repertoar 'Wesi Wuni' dari SD Negeri Bakulan Bantul, 'Sengkut Gumregut' dari SMKN 1 Kasihan Bantul, 'Nirabhyasa' Karya Tulus, 'nDang nDing nDong' karya Welli, 'Saling Tarung' karya Wibowo dan 'Follow Me' karya Anon Suneko dari komunitas musik Andrawina.

Senin, 28 Juni 2010

Paramore dan 30 Seconds to Mars Rebut Empat Nominasi di Kerrang







Nominasi Kerrang! Awards 2010 telah diumumkan.

Band Paramore dan 30 Seconds to Mars bersaing ketat

dengan masing-masing empat nominasi.

Serunya lagi, kedua band yang tengah naik daun itu

bersaing di empat nominasi yang sama. Dua nominasi

akan dipilih lewat polling publik yaitu Best Live Band

dan Best International Band.

Dua nominasi lainnya adalah untuk Best Video dan

Best Album. 30 Seconds to Mars menjagokan video klip

'Kings and Queens' dan album 'This is War'.

Sementara Paramore nongkrong di nominasi yang sama

dengan video klip 'Brick by Boring Brick' dan album

'Brand New Eyes'.

"Wow! Sangat senang bisa bergabung. Terima kasih

kepada semuanya untuk terus membantu voting!,"

ujar Jared Leto, vokalis 30 Seconds to Mars, dilansir The List,

Kamis (24/6).

Acara final akan digelar pada 29 Juli 2010 di London.

Nama-nama band lain seperti Green Day, Metallica,

Lostprophets, Bullet for My Valentine, You Me at Six pun

ikut berkompetisi di ajang tahunan tersebut.

Sekedar informasi, Kerrang! Awards adalah ajang

penghargaan tahunan Inggris yang dibuat majalah

musik Kerrang!. Acara ini sudah mulai diadakan sejak

tahun 1993. Namun baru enam tahun kemudian, acara ini

menjadi buruan para pelaku musik. Slipknot adalah band

dengan penghargaan Kerrang! Awards terbanyak

yaitu 7 piala.

Disusul kemudian Lostprophets dan Marilyn Manson yang

sudah mengantongi 5 piala.

Sabtu, 26 Juni 2010

Endank Soekamti, Band Pop Punk Asal Yogyakarta

Tiga tahun lamanya absen dari hingar-bingarnya blantika musik, band pop punk asli Yogyakarta, Edank Soekamti yang berlokasi di kawasan Malioboro Yogya siap menggebrak di kasanah musik Indonesia.

Edank Soekamti band dengan alur musik riang dan lirik-lirik yang menyentil urat lucu. Boleh jadi ini yang membuat Edank Soekamti band dan lagu-lagunya yang mereka bawakan tetap nyaman dan ramah di telinga orang awam sekalipun.

Lewat tembangnya "Audisi" yang bercerita tentang mencari jodoh lewat audisi, dikemas dalam balutan musik pop punk - Edank Soekamti band menyapa pendengar radio di seluruh Indonesia dan Kamtis (sapaan fans Edank Soekamti) dengan lirik yang segar dan jenaka.

Itulah salah satu kekuatan Edank Soekamti band yang digawangi Eric (vocal & bass), Dorry (vocal & gitar) dan Ari (drum) - selain ngeband ketiga bujang keren asli Yogya punya aktifitas lain memiliki radio online, Soekamti FM yang akan menyiar langsungkan segala kegiatan yang berkaitan dengan show Endank Soekamti band ini.

Selain dari pada itu juga Arwana Return band asal Pontianak Kalimantan Barat dan Cappuccino band dengan hit lagunya 'Pacar Rahasia' menjadi soundtrack sebuah film televisi. (*)

Ahmad Dhani Buka "School of Rock" di "YOGYAKARTA"


Menggandeng sebuah lembaga pendidikan yang menjamur di tengah meningkatnya beban siswa, Ahmad Dhani (38) membuka sekolah musiknya di Yogyakarta. Seperti namanya, sekolah musik yang diresmikan pada hari Rabu (23/6/2010) itu diberi nama Ahmad Dhani School of Rock.

”Saya belajar musik hanya enam bulan. Belajar otodidak sejak 12 tahun. Apa yang saya pelajari dan pengalaman saya, saya formulasikan menjadi kurikulum sekolah ini,” ujar penyanyi yang bernama asli Dhani Ahmad Prasetyo itu.

Menurut pendiri grup musik Dewa 19 dan vokalis The Rock itu, bekal musik yang dipelajari secara informal sangat penting untuk kariernya. Bekal informal itu, bahkan, sama penting dengan bekal yang didapat secara formal lewat sekolah.

”Anak-anak mestinya punya dua talenta musik yang diasah secara formal dan informal,” ujar pemilik manajemen artis Republik Cinta itu.

Dhani mengaku sebagai pemusik yang lahir dari jalur informal. Dia memilih kota gudeg Yogyakarta tempat sekolah musik pertamanya karena potensi yang tersimpan di Kota Pendidikan ini berlimpah. Baru dibuka, 90 pelajar telah terdaftar. Mimpi menjadi pemusik tenar telah mendorong para siswa mendaftarkan diri di sekolah tersebut.

Lirik Tulisan Tangan John Lennon Terjual $ 1,2 juta


Lirik lagu "A Day in the Life" yang ditulis tangan oleh John Lennon terjual seharga 1,2 juta dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp 10,8 miliar pada acara lelang di Sotheby's di New York, jauh di atas harga yang diharapkan. Pembeli adalah penawar tertinggi yang menghubungi telepon dan tidak menyebutkan namanya. Lembaran lirik lagu ini sebelumnya milik Mal Evans, manager perjalanan group The Beatles, group yang digawangi oleh John Lennon sendiri.

Lirik lagu tersebut terdiri dari lembaran dua sisi kertas yang berisi catatan lirik yang ditulis dengan spidol dan tinta biru, catatan lirik lagu juga berisi beberapa koreksi dan catatan lain yang ditulis dengan tinta merah. "A Day in the Life" adalah lagu yang ditulis bersama Paul McCartney dan menjadi lagu terakhir The Beetles pada tahun 1967 dalam album "Pepper Sgt".

Majalah Rolling Stone menjadikan lagu "A Day in the Life" di nomor 26 pada kompilasi dari 500 lagu terbesar sepanjang masa. Album ini kemudian memenangkan empat penghargaan Grammy. Namun, BBC dilarang memutar lagu tersebut pada tahun 1967 karena lirik "I'd like to turn you on" ditafsirkan sebagai acuan untuk menggunakan narkoba.

Menurut rumah lelang, rekor sebelumnya untuk penjualan lirik lagu The Beatles adalah "All You Need Is Love", yang laku terjual dengan harga satu juta dolar AS atau sekitar Rp 9 miliar pada tahun 2005.(BBC/DES/AYB)