Sabtu, 05 Juni 2010

Apa jadinya jika Kurt Cobain masih ada? Saya bukan hendak mengatakan jika kematian ayah Frances Bean itu adalah berkah bagi Dave Grohl, namun pasca bubarnya Nirvana, Dave kontan menjelma menjadi sebuah magnet grunge baru, dan ia mengomandani Foo Fighters bukan dari set drumnya, namun dengan menyandang gitar dan berteriak lantang sebagai seorang frontman. Cobain mungkin tak tergantikan, namun David Eric Grohl nyatanya adalah salah satu ikon rock n roll tersukses hingga kini.

Rilisan GREATEST HITS dari Foo Fighters ini sebenarnya sudah edar sejak September 2009 silam, namun kurang pas rasanya jika album yang layak masuk dalam salah satu masterpice Dave Grohl, Nate Mendell, Chris Shiflett, Taylor Hawkins, serta gitaris additional yang selalu hadir kala mereka live Pat Smear ini kita 'diamkan' begitu saja.

Empat belas tahun, enam full studio album, adalah manifestasi karya mereka yang masing-masing memiliki kisah naik-turunnya karir mereka. FOO FIGHTERS (1995), THE COLOUR AND THE SHAPE (1997), THERE IS NOTHING LEFT TO LOOSE (1999), ONE BY ONE (2002), IN YOUR HONOR (2005) dan yang terakhir pada 2007, ECHOES, SILENCE, PATIENCE & GRACE. Tiga album diantaranya sukses diganjar Grammy Awards untuk kategori Best Rock Album dan raihan enam kali nominasi Grammy.

Dalam album yang highly recommended ini akan Anda temui hits-hits laris manis mereka di bawah label RCA. Mulai dari debut hits Big Me dan This Is a Call (1995), multi platinum selling single Monkey Wrench, My Hero dan Everlong (1997), hingga track yang pasti sudah Anda hapal di luar kepala, Learn to Fly, Breakout, All My Life, Times Like These, hingga Best of You.

Belum lagi track yang dipilih dari DVD Live Foo Fighters yang menghadirkan suasana perform secara live, Skin and Bones. Juga disertai 2 lagu baru, Wheels dan Word Forward yang belum pernah dirilis sebelumnya. Everlong acoustic version didapuk menjadi penutup album ini. Tapi kemana single Walking After You? Single yang juga jadi OST THE X-FILES di tahun 1998 ini ternyata masuk dalam GREATEST HITS deluxe edition yang berisi 16 video klip serta 5 lagu unplugged yang jadwal rilisnya berbarengan.

Overall, dari ke-16 track jaminan mutu yang dipasang di album ini, baik fans ataupun penikmat musik kebanyakan pasti dapat merefleksikan nama Dave Grohl dan Foo Fighters hanya dengan menyimak satu album 'rangkuman'. Sementara majalah rock UK, Kerrang! memberikan full five stars rated, maka sudah selayaknya jika Cobain pun tersenyum dalam standing ovationnya di alam sana.

30 Seconds to Mars: 'THIS IS WAR,' Mereka Siap Berperang


Jared Leto bisa jadi adalah salah satu orang yang memiliki wajah paling menarik di dunia, namun saat kita menilik bandnya, tak ada lagi keraguan atas prestasinya. Album A BEAUTIFUL LIE yang dirilis pada 2005 silam penuh berisikan lagu-lagu megah yang membuat 30 Seconds to Mars sebagai salah satu band yang wajib dianggap sebagai papan atas. Tapi dengan album terbarunya yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk ditulis, direkam, dan dirilis ini, mereka nampaknya siap pergi berperang. Perang melawan musik-musik penuh pretensi dan tambalan synthetizer yang mendominasi dunia saat ini.

Album dibuka dengan Escape, sebuah track minim nyanyian namun membuat para pendengarnya mengantisipasi 'hantaman' pertunjukan utama dari beat drum yang amat kuat dan suara yang terasa mendominasi dari Jared Leto. Dengar saja track setelahnya, Night of the Hunter, Kings and Queens, dan Hurricane yang berkolaborasi dengan Kanye West. Mereka kembali tetap dengan ciri khas 30STM, verse lembut dengan vokal lirih dari Leto dan chorus megah yang tak bisa ditolak lagi membuat kita ternganga. Dan suara Leto benar-benar mengalami kemajuan luar biasa, kekuatan tak tertahankan.

30 Seconds to Mars juga terkenal sebagai band yang amat menghargai penggemarnya. Mereka tak hanya mau melakukan apapun untuk memuaskan fans dan tak mau mengecewakan, namun band ini juga mengangkat fans mereka ke tingkat yang lebih tinggi, memasukkan suara mereka dalam album.

Vokal Leto sering kali dibarengi dengan backing vocals yang terdiri dari ratusan fans band yang menghadiri preview album spesial dan direkam untuk pelengkap album. Mereka juga sempat membuat kompetisi di mana 2000 foto penggemar mereka bisa dipakai sebagai album art THIS IS WAR, fabulous!

Terlepas dari itu semua, THIS IS WAR adalah sebuah album yang akan disukai oleh fans baru ataupun penggemar lama mereka. Album ini menggabungkan sound-sound yang berbeda dari album perdana mereka namun tak melepaskan benang merah dari debut album mereka itu. Namun, di album yang lebih dewasa ini, 30 Seconds to Mars terasa lebih menghantui dan lebih garang daripada sebelumnya.

Meskipun waktu putar album ini memang cukup lama, namun dijamin tak akan membuat pendengarnya bosan. Bahkan bisa jadi mereka akan kembali memutarnya demi mendapatkan sound-sound tersembunyi dan mendengarkan lagi lirik-lirik cerdas 30 Seconds to Mars.

Daftar Track THIS IS WAR 30 Seconds to Mars:

  • 1. Escape
  • 2. Night of the Hunter
  • 3. Kings and Queens
  • 4. This is War
  • 5. 100 Suns
  • 6. Hurricane
  • 7. Closer to the Edge
  • 8. Vox Populi
  • 9. Search and Destroy
  • 10. Alibi
  • 11. Stranger in a Strange Land
  • 12. L490
  • Kamis, 03 Juni 2010

    Perlawanan Muse Terhadap Permasalahan Dunia


    Grup musik MUSE kembali menggebrak kancah dunia musik dengan lagu-lagunya yang sering dianggap tidak lazim bagi kuping orang awam. Di album barunya ini, tiga ksatria musik Inggris ini tampil tetap dengan ciri khasnya.

    Setelah album sebelumnya "Black Holes and Revelations" (2006) sangat sukses diterima oleh kalangan penikmat musik rock di seluruh dunia,kali ini MUSE yang beranggotakan Matthew Bellamy (Vocal, gitar, synthesizer, programming) , Dominic Howards (Drums, perkusi, synthesizer, programming) dan Chris Wolstenholme (Drum, vocal) mengeluarkan album terbarunya yang berjudul "THE RESISTANCE" yang berisikan 11 lagu.

    Muse tetap menyuguhkan musik yang kental dengan sound elektroniknya dan dibalut dengan sentuhan orkestra yang menjadikan lagu-lagu di album ini menjadi lebih terkesan berbeda dan enak didengar.

    Uniknya di lagu "State of Eurasia" yang berdurasi 5:48 menit ini terdengar perpaduan instrumen gitar , piano dan string yang dibuat terdengar seperti lagu-lagu milik album Queen atau ada juga yang biasa menyebutnya dengan nama rockestra.

    Matt Bellamy memang dikenal sebagai salah satu musisi jenius di industri musik international saat ini, sebagai otak dari MUSE ia juga melakukan arrangement orkestra sendiri selain dia juga sebagai penulis hampir semua lagu di album ini.

    Lagu-lagu MUSE juga dikenal sangat imajinatif, mulai dari judul, lirik yang tidak mudah di cerna, seperti : MK Ultra, Exogenesis : Symphony part 2 (Cross Pollination) sampai design di album ini yang sangat absurd. Lirik-lirik lagu yang banyak mengambil tema peperangan, politik, sampai mahkluk luar angkasa menjadikan album MUSE yang diberi tajuk ''The Resistance ini terkesan berbeda daripada album-album grup bnad lainnya yang kebanyakan bertemakan cinta.

    Perpaduan harmonis antara orkestra dan musik rock dapat di dengar di 3 lagu terakhir di album ini yang berjudul Exogenesis : Symphony Part 1 - 3.

    Dengan diluncurkannya album ini MUSE akan menjadikan lagu lagu mereka sebagai senjata untuk perlawanan terhadap permasalahan yang sekarang sedang dihadapi oleh dunia dan album 'The Resistance' ini akan membuat anda terbuai sekaligus tercengang dengan alunan musik rock, elektronik (synthesizer) dan orkestra yang dipadukan dengan sangat apik.

    Album Ost 'Eclipse' Siap Menghisap Darah Anda


    Sukses film dan soundtrack 'Twillight' dan sekuelnya, 'New Moon', melahirkan kembali daya tarik untuk karya kelanjutannya. Soundtrack 'Eclipse' pun siap menghisap darah Anda.

    Untuk kedua kalinya, band Muse kembali terlibat di album tersebut. Kali ini Matthew Bellamy cs menyumbangkan sebuah lagu baru berjudul 'Neutron Star Collision (Love is Forever)'. Lagu tersebut kemudian dijadikan single perdana album soundtrack 'Eclipse'.

    Tidak jauh dengan karakter musik Muse, namun band asal Inggris itu seakan berkarya seperti ketika mereka baru mengeluarkan album. Semangat baru bagi mereka yang kurang menyukai album terakhir Muse, 'The Resistance'.

    Apa yang Membuat Musik Merdu atau Tidak?

    AMERIKA -- Sejak zaman dulu, para ahli berupaya mencari sebab mengapa kombinasi nada tertentu terdengar lebih indah di telinga, sementara kombinasi nada lainnya justru terdengar tidak karuan.Di Yunani, masyarakat percaya pada logika sederhana bahwa panjang-pendeknya senar sebuah alat musik menjadi kunci merdu-tidaknya suara yang dihasilkan alat tersebut. Panjang-pendeknya senar, menurut mereka, memiliki perhitungan matematika tersendiri yang berhubungan dengan paduan nada tertentu yang dapat menyihir pendengarnya.

    Adapun para penggubah lagu di abad ke-20 percaya bahwa indah atau tidaknya sebuah lagu yang didengar bergantung pada syair atau pesan apa yang ingin disampaikan lagu tersebut.

    Para peneliti kini masih mencari apa yang menjadi acuan asyik-tidaknya mendengarkan musik tertentu. Dalam studi terbaru yang telah dipublikasikan melalui jurnal Current Biology, para peneliti memaparkan temuannya dengan judul "Cell Press".

    Penelitian yang dilakukan di University of Minnesota dan New York University di Amerika ini melibatkan 250 mahasiswa. Josh H. McDermott, peneliti dari New York University, meminta mereka mendengarkan berbagai suara, baik musik maupun bukan musik, kemudian memberikan pendapat atas apa yang mereka dengar.

    "Banyak sekali komentar mereka (responden yang mendengar suara)," kata McDermott. Mereka yang mengerti tentang musik memberikan komentar mengenai perpindahan nada dan frekuensi pada suara yang didengar. Di dalam suara atau musik, McDermott menjelaskan, terdapat frekuensi harmonik, yakni perkalian dari frekuensi fundamental yang ada pada lagu. Misalnya, nada pada frekuensi 200, 300, dan 400 hertz adalah perkalian dari 100.

    "Apakah paduan nada itu enak didengar atau tidak bergantung pada nada yang dimainkan dan pada frekuensi berapa," ujarnya. Selain pemilihan nada dan frekuensi, McDermott menambahkan, latar belakang budaya pendengar musik juga turut menentukan indah-tidaknya lagu yang dimainkan. "Pengalaman pribadi atau kebudayaan membuat mereka mengidentifikasi musik yang indah atau tidak," katanya.

    Mengenai pemahaman bagus-tidaknya musik yang dimainkan bergantung pada syair atau pesan apa yang ingin disampaikan lagu tersebut, menurut McDermott, sudah tidak terlalu relevan. Hal itu terjadi ketika lagu Barat mencoba mendominasi berbagai stasiun radio di dunia, hingga anak-anak di Indonesia, misalnya, menyukai paduan nada pada lagu yang dibawakan Eminem meskipun mereka tak paham apa maknanya.

    Kenapa Musik Film Horor Menakutkan?

    California - Musik pada film horor didominasi paduan nada yang parau dengan irama naik-turun dan biasanya diiringi suara jeritan wanita.

    Sebuah penelitian dari University of California, Los Angeles mengungkap sebab musik pada film horor begitu mengerikan. Profesor Daniel Blumstein yang memimpin penelitian ini telah mempelajari soundtrack atau lagu yang mengiringi 102 film horor yang paling laris di pasaran. Penelitian ini dilakukan bekerja sama dengan seorang komposer lagu Peter Kaye dari Kingston University, London.

    Kedua peneliti ini menganalisa bahwa lagu dalam film horor didominasi nada-nada yang terdengar parau dengan menggunakan tangga nada yang naik-turun secara tiba-tiba. Paduan nada itu kemudian digabungkan dengan suara jeritan atau tangisan perempuan sehingga memberi kesan seram.

    Mendengar suara yang ritmenya acak, menurut Blumstein, akan memantik emosi pendengar atau penonton film. "Jadi pembuat film juga telah mempertimbangkan jenis-jenis suara yang dapat disesuaikan dengan gambarnya," kata dia.

    Gagal Manggung, U2 Digantikan Coldplay?


    Sungguh malang, akibat sang vokalis U2, Bono yang harus mendapat perawatan penuh pasca menjalani operasi punggung yang dilakukannya beberapa waktu lalu, akhirnya U2 terpaksa mundur dari acara festival musik terbesar di Inggris, Glastonbury Festival 2010.

    Padahal, kelompok musik yang bergenre rock itu sebelumnya dipilih sebagai band paling favorit yang akan mengisi acara Glastonbury Festival 2010 yang rencananya akan digelar pada tanggal 23-27 juni mendatang. Meski begitu, personil U2 lainnya tetap tidak merasa kecewa karena gagal meramaikan acara festival musik terbesar di Inggris itu.

    Para personil U2 mengaku kalau keputusan kemundurannya dari acara Glastonbury Festival 2010 itu memang karena kesepakatan bersama. Hal itu dilakukan karena mereka ingin sang vokalis, Bono cepat pulih dari cedera punggung yang dialaminya.

    Terlepas dari hal itu, sepertinya Coldplay lah yang akan menjadi band pengganti U2 dalam acara musik paling bergengsi di Inggris. Menurut sumber, Coldplay menjadi salah satu band favorit yang paling ditunggu-tunggu.

    Jika memang benar, itu berarti Coldplay kemungkinan besar akan manggung pada tanggal 25 Juni mendatang dalam acara Glastonbury Festival 2010 di Inggris. (sukma/berbagai sumber)