Kamis, 11 November 2010

Musik Klasik Cegah Niat Jahat


Banyak yang yakin alunan musik klasik bisa memicu kian aktifnya sel-sel otak bayi dalam kandungan. Lazim disebut efek Mozart. Nah, ada efek samping positif lain dari musik klasik: bisa meredam niat jahat. Wah.

Musik klasik yang disalurkan via pengeras suara telah secara dramatis mengurangi angka kejahatan di pusat belanja kota terbesar kedua di Selandia Baru. Hal itu disampaikan para pemilik gerai kemarin.
Mereka mengatakan pengenalan musim-musik lembut dari para komposer seperti Mozart tampaknya memangkas insiden antisosial yang mengundang penanganan para petugas keamanan di Mal Christchurch City, melorot dari 86 dalam sepekan pada 2008 menjadi dua dalam sepekan pada tahun ini.
Manajer Asosiasi Pusat Bisnis Kota, Paul Londsdale, menyebutkan musik (jenis itu) membantu warga dan pengecer kembali ke mal. “Ini jauh lebih baik sekarang. Orang-orang duduk di area tersebut saat ini karena mereka merasa lebih aman,” ujar Londsdale kepada harian Christchurch Press edisi Senin, 8 November.
Polisi mendukung penemuan tersebut. Sersan Senior Gordon Spite kepada harian itu menuturkan bahwa musik “menciptakan lingkungan yang kondusif untuk perilaku yang baik”. Sebuah jurus simpel nan ampuh.


sumber:http://www.tempointeraktif.com/hg/oops/2010/11/09/brk,20101109-290432,id.html

Aneh, DNA Virus HIV Bisa Jadi Alunan Musik


Jakarta- Kita sudah tahu bahayanya penyakit AIDS. Namun, mungkin Anda akan kaget jika mendengar alunan nada dari karakteristik DNA penyakit berbahaya ini.

Alexandra Pajak, mahasiswa pascasarjana University of Georgia, menciptakan cara baru dalam melihat kerumitan HIV dengan menggabungkan struktur biologis penyakit tersebut dengan musik.

Selama beberapa bulan, Pajak secara hati-hati mepelajari perbedaan tipe DNA yang membentuk virus AIDS dan mengaransemen ini ke dalam satuan musik untuk masing-masing unsur. Hasilnya, Pajak mampu membuat 17 track lagu dalam album berdurasi 52 menit. Album ini dijuluki 'Suara HIV'.

Saya ingin menunjukkan semua sifat yang terkandung di DNA HIV, kata Pajak. Ini adalah cara baru bagi setiap orang untuk belajar memahami penyakit ini.

Mahasiswa pascasarjana yang sempat mempelajari musik di Agnes Scott College ini mengatakan bahwa proyek tersebut membutuhkan waktu tiga bulan untuk menyelesaikannya. Ia ingin menyusun terjemahan musik paling akurat dalam menggambarkan kode genetik HIV.
Pajak mengatakan bahwa ia pertama kali mendobrak nukleotida dasar di dalam DNA, secara singkat diberinama ilmiah A, C, T dan G. Untunngya, ini dapat dimanfaatkan dalam menentukan skala musik.

Ada banyak logika yang terlibat, ujar Pajak. Ia juga membuat nada bagi 20 asam amino dan protein sebagai skala A-minor. "Ketika Anda mendengar musik ini maka Anda benar-benar mendengar seluruh genom yang terdapat di virus HIV. Ini sangat menyenangkan," kata Pajak lagi.

Ia menulis dan menciptakan seluruhnya pertama kali di nada klasik keyboard. Selanjutnya, ia meminta band instrumental Sequence Ensemble untuk membuat musik akhir. Band ini memanfaatkan piano, fluet, klarinet dan beberapa alat musik lain.

sumber:http://teknologi.inilah.com/read/detail/963092/aneh-dna-virus-hiv-bisa-jadi-alunan-musik

Wong Aksan Garap Musik di Film 'Serdadu Kumbang'


JAKARTA - Drummer Potret, Wong Aksan, kembali dilibatkan oleh Ari Sihasale sebagai music director di film terbarunya, Serdadu Kumbang.

“Saya sudah kerjasama sama Ale, untuk film yang ketiga. Dari King, Tanah Air Beta, dan Serdadu Kumbang,” kata suami Titi Sjuman ini ditemui di Rolling Stone Cafe, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (9/11/2010).

Aksan mengatakan, sejak punya anak dia mendapat tawaran untuk menggarap musik film. Dari situ, Aksan menikmati pekerjaan yang dilakukannya di rumah.

“Dari situ aku mulai menikmati,” tandasnya.

Jika mendapat tawaran menjadi music director, Aksan lebih suka menyamakan visi dengan sutradara daripada membaca skenarionya. Karena penjelasan sutradara akan menggambarkan apa yang dia mau dalam film tersebut.

“Ketimbang baca skrip sendiri. Soalnya kalau kita cuma baca dari skrip, interpretasinya beda-beda,” kata dia.

Hal yang terpenting menurut Aksan adalah gambar. Dengan menyamakan visi melalui gambar, maka film yang akan digarapnya tetap akan berkorelasi dengan musik.

“Biasanya saya suka dikasih tahu sutradara apa yang dia mau. Yang paling penting adalah gambar, karena gambar itu berbicara,” pungkasnya.

sumber:http://celebrity.okezone.com/read/2010/11/10/206/391753/wong-aksan-garap-musik-di-film-serdadu-kumbang

Rabu, 10 November 2010

B2ST Luncurkan Beat Rancak di Album ke-4


B2ST akhirnya meluncurkan album mini ke empat yang berjudul LIGHT GO ON AGAIN. Album baru ini telah bisa di download dari berbagai portal musik yang ada.

Di dalam rilis ini, B2ST merilis tiga buah lagu secara bersamaan. Lagu-lagu tersebut berjudul I'm Sorry, Beautiful dan Lightless.

[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]

Setelah mendengarkan sekilas, lagu-lagu mereka sangat enak di dengar dan sepertinya mereka telah berhasil mencetak lagu yang nyaman untuk didengarkan. Tinggal kita tunggu bagaimana respon dari pendengar tentang album baru mereka.


sumber:http://musik.kapanlagi.com/berita/b2st-luncurkan-beat-beat-rancak-di-album-ke-4.html

Sepanggung Dengan Bon Jovi, Rihanna Alami Malam Terbaik

Walau tampil di perhelatan akbar MTV EMA 2010 (7/11) semalam, namun Rihanna tidak menganggap penampilannya paling mengesankan. Padahal, Rihanna benar-benar mempesona membawakan Only Girl dengan begitu banyaknya bunga di panggung. Pasalnya, di malam sebelumnya, Sabtu (10/7), Rihanna sudah mengalami malam terhebat bersama Bon Jovi!

Baik Rihanna dan Bon Jovi akan meramaikan acara penghargaan bagi kiprah para musisi ini. Namun, semalam sebelum acara digelar, keduanya menggelar penampilan tertutup di Madrid. Rihanna pun mengaku bahwa inilah malam terbaik baginya.

"Yang terbaik pada tahun ini sebenarnya adalah semalam, tampil satu panggung dengan Bon Jovi," ungkap Rhi-Rhi.

"Maksudku, I love those guys, aku dan temanku, kami semua suka mereka (Bon Jovi), jadi aku punya kesempatan ini, bukan hanya tampil sepanggung dengan Bon Jovi, namun juga menyanyikan salah satu lagu favoritku juga," pungkasnya.

Dikabarkan, dalam penampilan tertutup ini, Rihanna dan Bon Jovi menyanyikan Livin' on a Prayer. Bon Jovi sendiri menerima penghargaan sebagai Global Icon dalam EMA tahun ini.

sumber:http://musik.kapanlagi.com/berita/sepanggung-dengan-bon-jovi-rihanna-alami-malam-terbaik.html

Cuma Yang Terbaik Yang Jadi Pemenang MTV EMA 2010!


MTV European Music Award sukses digelar Minggu (7/11) kemarin. Bukan hanya sukses, ajang pemberian penghargaan terbesar ini bisa dibilang spektakuler, dengan penampilan begitu banyak bintang besar, yang membuktikan bahwa mereka memang pantas menerima gelar sebagai yang terbaik.

Acara ini digelar di Madrid, lengkap dengan beberapa penampilan 'bersejarah' dan begitu banyaknya insan musik dunia yang membawa pulang penghargaan dalam beberapa kategori.

Dipandu sang bintang Latin, Eva Longoria, beberapa nominasi pun membuktikan kiprah para bintang dan musisi ini. Yang paling menonjol tentu saja Lady GaGa, yang menyabet tiga penghargaan sekaligus.

Ok, inilah daftar pemenang MTV EMA 2010! Congrats, they are the best!


sumber:http://musik.kapanlagi.com/berita/cuma-yang-terbaik-yang-jadi-pemenang-mtv-ema-2010.html

NAIF KLASIK (1995 - 2003)

NAIF adalah:



EMIL "THE BASSMAN"
Mohammad Amil Hussein
Jakarta, 25 Agustus 1974




DAVID "DA VOC"
David Bayu Danangjoyo
Solo, 29 Agustus 1976




JARWO "GUITAR HERO"
Fajar EndraTaruna
Solo, 24 November 1974






PEPENG "DRUMMER BOY"
Franki Indrasmoro Sumbodo
Kudus, 15 Januari 1976


Berawal pada sebuah kampus seni di Jakarta, tepatnya di Cikini Raya 73, kampus Institut Kesenian Jakarta (IKJ), NAIF terbentuk. Beberapa orang mahasiswa tingkat satu dari kelas pendidikan dasar seni rupa kerap kali menginap di rumah teman mereka secara bergiliran. Tujuan awal hanyalah untuk mengerjakan tugas kuliah bersama. Tapi yang terjadi mereka seringkali malah nongkrong sambil bernyanyi-nyanyi dan bermain gitar semalam suntuk, sampai terkadang malah lupa mengerjakan tugas karena tertidur. Siapa sangka semua itu akan menjadi sebuah awal karir mereka di dunia musik. Suatu saat di pertengahan tahun 1995, David, Pepeng dan Jarwo bermalam di rumah seorang teman yang bernama Shendi Adam (bassist Rumahsakit – asal IKJ). Seperti biasa, awalnya hanya untuk mengerjakan tugas kuliah, namun yang terjadi – seperti yang telah disebutkan tadi – mereka malah bernyanyi dan bermain gitar semalaman. Di malam itu pula mereka tiba-tiba membuat sebuah lagu, terinspirasi dari sebuah konser akustik Nirvana yang mereka saksikan di MTV sebelumnya. Lagu tersebut akhirnya mereka beri judul “Jauh” (NAIF, Debut Album).

Pada saat berikutnya keisengan mereka ternyata berkembang dengan seringnya mereka menyewa studio latihan band dan menyanyikan lagu-lagu karya mereka sebagai sisipan. Di saat inilah formasi mengalami pergantian, hanya tiga orang saja yang dari awal bertahan, yaitu Jarwo, David dan Pepeng. Hingga suatu saat Chandra datang mengisi kekosongan, disusul Emil. Mereka berlima masing-masing memang memiliki jam terbang sebagai anak band. Bahkan sebelum formasi ini terbentuk mereka secara terpisah pernah berkolaborasi pula. Seperti contohnya David pernah tergabung dalam satu band bersama Emil tanpa Jarwo dan lainnya. Dan selanjutnya seperti ditukar-tukar saja.

Dengan posisi David pada vokal, Jarwo pada gitar, Chandra pada keyboard, Emil pada bass dan Pepeng pada drum, NAIF mulai aktif mengisi acara-acara kampus IKJ. Lagu-lagu ciptaan sendiri lainnya pun menyusul, seperti “Benci Libur”, “Piknik ‘72”, dan lain-lain. Sedangkan nama NAIF didapat dari seorang teman yang bernama Dodot, yang menilai lagu-lagu mereka terdengar begitu sederhana, namun tetap berisi dan terdengar harmonis. Selain itu, kata “NAIF” pun mudah diingat.

Suatu saat di tahun 1996, NAIF mendapat kabar dari Irwan Ahmett, seorang teman – disainer grafis, bahwa sebuah perusahaan rekaman berlabel Bulletin Records (PT. Indosemar Sakti) berencana akan merilis sebuah album kompilasi. Karena tertarik akan proyek tersebut maka NAIF menawarkan demo kaset yang telah mereka buat sebelumnya kepada perusahaan rekaman tersebut. Tanpa diduga ternyata sang produser tak memasukkan NAIF dalam proyek kompilasi tersebut, tapi justru berniat membuatkan album rekaman sendiri untuk NAIF. Tentu saja NAIF sangat gembira. Setelah melalui berbagai prosedur tertentu, NAIF akhirnya masuk studio rekaman dan berhasil menelurkan debut album NAIF dengan “Mobil Balap” sebagai tembang jagoannya.

NAIF tak pernah mengklaim diri bahwa mereka adalah band dengan aliran ini atau itu. Terserah apa kata penikmat musik mereka tentang jenis musik yang mereka usung. NAIF anti mengkotak-kotakkan jenis musik. Misi NAIF adalah menawarkan alternatif warna musik yang berbeda dari yang ada adalam industri mainstream di Indonesia. Yang pasti tetap berusaha jujur dala berkarya.

Retro. Banyak yang mengklasifikasikan musik NAIF sebagai musik retro. Itu karena kebetulan Emil, David, Jarwo, Pepeng, dan Chandra (pada saat itu) menyukai musik-musik lama yang kemudian berpengaruh terhadap karya yang mereka buat. Walau demikian, tak menutup kemungkinan music NAIF akan mengalir dengan tetap mempertahankan ciri mereka, karena bagaimanapun NAIF tetaplah manusia masa kini, yang hidup dan bersosialisasi di masa kini.

Bukan maksud melucu bila dalam aksi panggung NAIF, David sang vokalis mengeluarkan jurus-jurus saktinya yang kerap membuat penonton terpingkal-pingkal. Itu memang sudah menjadi sifatnya sehari-hari, yang kemudian ia bawa ke atas panggung sebagai media interaksi terhadap penonton. Namun tetap, mereka berlima serius dalam berkarya. Hanya saja, menurut mereka, konsep musik dan hiburan yang mereka tawarkan di setiap penampilan NAIF masih tergolong beda dari semua yang ada di Indonesia, sehingga mereka sering dianggap lucu atau unik. Intinya, mereka juga ingin menunjukkan, bahwa di balik segala hal dalam musik NAIF terdapat suatu usaha yang serius untuk menghasilkan sebuah karya yang idealis. Idealis ala NAIF.

NAIF SEKARANG (2003 - KINI)

Tahun 2003… Setelah sewindu penuh NAIF berkiprah di entertainment, Chandra memutuskan untuk mengundurkan diri dari band. Chandra memiliki alasan sendiri atas keputusannya. Ia ingin meneruskan karirnya di dunia yang sesuai dengan pendidikan akademisnya, disain grafis. Hal ini tentu sempat membuat keempat rekannya kecewa. Namun itu tak berlangsung lama. Kini NAIF resmi berempat : Emil, David, Jarwo dan Pepeng.

Mereka bertekad untuk tetap meneruskan pergelutan mereka di blantika musik Indonesia dengan keNAIFan mereka. NAIF dengan formasi baru! Semangat baru!

sumber:http://www.naifband.com/naifologi/