Selasa, 15 Juni 2010
Kamis, 10 Juni 2010
'Ariel Peterporn' Semarakkan Aksi Endank Soekamti

Jakarta - Band Endank Soekamti menjadi penutup di konser 'Plug & Play' di Hard Rock Cafe, Jakarta, Rabu (9/6/2010) malam. 'Ariel Peterporn' pun menyemarakkan aksi mereka.
"Senangnya kita di sini juga ditonton teman kita berinisial A yang lagi duduk ngebir di ujung sana. Malam mas Ariel Peterporn," ujar Dori, vokalis sekaligus gitaris Endank Soekamti usai memainkan lagu 'Bau Mulut' untuk membuka konser.
Aksi mereka dimulai pukul 22.51 WIB setelah sebelumnya tampil Kunokini, Zeke Khaseli, The Authentic dan Om Bagus. Kunokini tampil sederhana membuka acara 'Plug & Play'. Diteruskan aksi Zeke Khaseli yang naik panggung dengan mengenakan topeng.
The Authentic dan Om Bagus juga cukup mencuri perhatian. The Authentic mengajak penonton yang kebanyakan adalah fans berat Endank Soekamti (Kamties) berdansa dengan alunan musik reggae. Om Bagus pun membuat mereka tercengang. Band selingkuhan Bagus 'Netral' itu membawakan lagu rock dengan lirik menggelitik.
Kembali ke aksi Endank Soekamti, band punk asal Yogyakarta itu kemudian membawakan single terbarunya, 'Audisi'. Para penonton pecah di lantai dansa. Mereka "bergulat" satu sama lain dan bersenyum bersama.
Kerusuhan-kerusuhan kecil sempat terjadi namun tidak membuat acara berantakan. Lagu Endank Soekamti menyatukan mereka dengan kembali berdansa.
"Tolong stop bicarakan soal Ariel karena dia sudah minta maaf. Dia minta maaf karena videonya jelek," ucap Erix, sang bassis.
Suasana jadi semakin kompak ketika mereka membawakan lagu 'Long Live my Family'. Penonton bernyanyi semua dan mengacungkan tangan ke udara. Kehangatan pun makin terjalin lewat lagu dari album terbarunya tersebut, 'Soekamti.com'.
'Pejantan Tambun' menutup perjumpaan pada pukul 23.35 WIB. Dengan tertib Kamties pun meninggalkan arena konser yang digelar Trax Magazine tersebut. Para Kamties yang hadir malam itu membawa bendera masing-masing yang dikibarkan di lantai 2 Hard Rock Cafe. Di antaranya berasal dari daerah-daerah di Jakarta, Indramayu bahkan Semarang.
Rabu, 09 Juni 2010
Kunto Hartono Kejar Rekor Dunia Drummer 135 Jam

Penabuh drum Kunto Hartono siap berjuang keras mengejar rekor dunia penabuh drum nonstop selama 135 jam, yang rencananya akan dilakukan di pusat perbelanjaan Kapas Kampung Plaza Surabaya 26 Juni hingga 3 Juli 2010 mendatang.
Ditemui di Surabaya, Minggu (06/06), Kunto mengatakan pemecahan rekor dunia ini merupakan yang kedua kali dilakukan, setelah yang pertama pada 2004 dengan waktu 74 jam nonstop bermain drum di Jakarta.
Rekor dunia Kunto Hartono tersebut telah tiga kali dipecahkan musisi luar negeri dan yang terakhir oleh penabuh drum asal Amerika Serikat, Russ Puger, yang tercipta pada Maret 2009 selama 120 jam nonstop.
"Ini bukan pekerjaan mudah dan perlu fisik yang sangat prima untuk melakukannya. Saya sudah lima tahun lebih menyiapkan agenda pemecahan rekor dunia ini, setelah keberhasilan yang pertama pada 2004," katanya.
Kendati berprofesi sebagai penabuh drum, Kunto Hartono yang kini berusia 33 tahun itu, mengaku bukan seorang artis atau musisi terkenal. Namun dirinya punya keinginan untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia. "Karena itu, saya membutuhkan dukungan dari masyarakat Indonesia, termasuk pemerintah," katanya.
Menurutnya, dukungan dan perhatian dari pemerintah sangat diharapkan, mengingat besarnya dana yang dibutuhkan untuk kegiatan pemecahan rekor dunia tersebut. Sampai saat ini dana sponsor masih sangat minim, sementara dana untuk kegiatan ini mencapai Rp1,7 miliar. "Saya sudah berusaha mencari bantuan dari berbagai instansi pemerintah, tapi belum berhasil," tambah Kunto.
Selain untuk operasional selama kegiatan yang berlangsung nonstop selama satu minggu, dana itu juga digunakan untuk mendatangkan ofisial "Guinness World Record" yang bermarkas di London, Inggris ke Surabaya.
"Dananya memang besar, tapi semua yang saya lakukan demi kebanggaan masyarakat dan bangsa Indonesia. Tidak banyak orang yang bisa memecahkan rekor dunia, karena prosesnya memang sangat sulit dan berat," ujar Kunto.
Terkait persiapan, Kunto Hartono mengaku terus mengasah fisik dan mental serta berlatih dengan band-band dari Surabaya, Malang dan Medan.
"Saya juga sudah melakukan pemeriksaan medis di Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya dan dinyatakan sangat sehat," katanya menambahkan.
General Manager Kapas Krampung Plaza (Kaza) Surabaya, R.E. Sudrajat, menambahkan pihaknya mendukung penuh rencana Kunto dengan menyediakan tempat untuk kegiatan pemecahan rekor dunia tersebut.
"Kunto Hartono adalah aset besar yang dimiliki bangsa Indonesia dan sudah selayaknya mendapat dukungan semua pihak," kata Sudrajat di sela-sela pembukaan pusat perbelanjaan tersebut. (ant/dar)
Senin, 07 Juni 2010
Sejarah Festival Woodstock (2)

Festival Woodstock (Woodstock Music and Art Fair) adalah konser yang diadakan di tanah peternakan Max Yasgur yang luasnya 240 hektare di Bethel, New York dari 15 Agustus hingga 18 Agustus 1969. Bethel (Sullivan County) terletak 69 km barat daya desa Woodstock, New York yang berbatasan dengan Ulster County.
Sejarah
Festival Woodstock merupakan simbol budaya tandingan di akhir tahun 1960-an hingga awal 1970-an sekaligus zaman hippie. Sejumlah 32 musisi terkenal waktu itu tampil dalam konser yang berlangsung pada akhir pekan di tengah cuaca yang kadang-kadang turun hujan. Festival tahun 1969 secara luas dianggap sebagai salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah musik pop, dan masuk ke dalam "Daftar 50 Peristiwa yang Mengubah Sejarah Rock and Roll" versi majalah Rolling Stone.
Jalannya festival ini direkam dalam film dokumenter berjudul Woodstock produksi tahun 1971. Selain itu, rekaman konser dirilis dalam bentuk album musik film, Woodstock: Music from the Original Soundtrack and More. Joni Mitchell juga menulis lagu "Woodstock" untuk memperingati Festival Woodstock. Lagu ini menjadi hit setelah dinyanyikan kembali oleh Crosby, Stills, Nash & Young.Blink 182 : Bikin Film Dokumenter
Yang ngaku fans berat Blink 182 harus punya item yang satu ini!Bener banget! Buat kalian yang ngaku penggemar Blink 182 sepertinya musti siap-siap punya item yang satu ini. Nggak lain adalah Blinkumentary, sebuah film dokumenter yang berisikan tentang perjalanan tur dan kegiatan rekaman yang Tom Delonge, Mark Hoppus dan Travis Barker lakukan ketika reuni kemarin.
Handsome Randsome yang nggak lain adalah perusahaan rekaman yang mengerjakan proyek ini mengungkapkan jika rekaman ini dikerjakan selama Blink 182 menjalankan tur musim panas tahun lalu dan mereka akan mengusahakan akan merilis DVD ini sebelum Blink 182 memulai tur Eropa mereka pada bulan Agustus nanti.
Wah, sebentar lagi nih! Jadi nggak sabar! (*)
Pengertian Musik

- Bunyi/kesan terhadap sesuatu yang ditangkap oleh indera pendengar.
- Suatu karya seni dengan segenap unsur pokok dan pendukungnya.
- Segala bunyi yang dihasilkan secara sengaja oleh seseorang atau kumpulan dan disajikan sebagai musik
- Aristoteles mengatakan bahwa musik mempunyai kemampuan mendamaikan hati yang gundah, mempunyai terapi rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.
- Herbert Spencer, seorang filsuf Inggris mempertimbangkan musik sebagai seni murni tertinggi yang terhormat. Dengan demikian musik adalah pengalaman estetis yang tidak mudah dibandingkan pada setiap orang, sebagaimana seseorang dapat mengatakan sesuatu dengan berbagai cara
- Menurut ahli perkamusan (lexicographer) musik ialah: ”Ilmu dan seni dari kombinasi ritmis nada-nada, vokal maupun instrumental, yang melibatkan melodi dan harmoni untuk mengekspresikan apa saja yang memungkinkan, namun khususnya bersifat emosional”
- Romain Rolland berpendapat bahwa musik adalah suatu janji keabadian.
- Sydney Smith musik ialah satu satunya pesona termurah dan halal di muka bumi.
- Goethe berpendapat bahwa musik mengangkat dan memuliakan apa saja yang diekspresikannya.
- Mendelssohn meyakini bahwa musik dapat mencapai suatu wilayah yang kata-kata tidak sanggup.
- Tchaikovsky berkata bahwa musik adalah ilham yang menurunkan kepada kita keindahan yang tiada taranya.
- Prier mengatakan musik merupakan curahan kekuatan tenaga penggambaran yang berasal dari gerakan rasa dalam suatu rentetan suara (melodi) yang berirama.
Mungkin disini penulis ingin mengambil sebuah kesimpulan tentang musik meskipun kesimpulan ini penulis yakini berbeda dengan kesimpulan anda. " Musik adalah Kesatuan bunyi yang beraturan dan memiliki kekuatan untuk mempengaruhi seseorang yang merasakan ataupun mendengarnya ".